Rabu, 23 Oktober 2019

Dulu saat masih satu atap dengan nya aku seolah buta akan kasih sayang nya, tetapi kenapa sekarang begitu sakit saat menginggat setiap nasehat nya. Ibuku bukan wanita karier ataupun penjahit amatir, ibuku adalah sunyi didalam sepi yang  menjadi begitu kuat disaat keluarga kami terpuruk. Dulu  ketika aku masih satu atap dengan nya aku sering mengabaikan nya, bukan karena  aku tak sayang, tapi egoku untuk sekedar berbasa-basi dengan nya terlalu besar. aku tak pandai mencari perhatiannya, karena yang ku tahu beliau hanya menyayangi adik lelakiku semata. Beliau selalu memuji anak lelakinya didepanku entah itu sengaja atau tidak karena pada dasarnya aku merasa sakit hati.
Banyak yang ingin kuceritakan pada ibu, namun egoku masih terlalu menekanku. Andai hanya aku yang menjadi prioritasnya mungkin akan begitu sangat menyenangkan.
Ibu akan kusimpan perih ini tanpa harus kubagi bersamamu.
salam sayang dan cintaku untuukmu pahlawankuđź’“.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar